Minggu , 17 Desember 2017
Home > Berita Terkini > Haul KH. Syansuri Bin Abdus Shomad, Tayu Pati

Haul KH. Syansuri Bin Abdus Shomad, Tayu Pati

Denanyar.or.id -Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam peringatan haul KH. Syansuri (ayahanda KH. Bisri Syansuri) Pesantren Denanyar mengirimkan perwakilan beberapa Dzuriyah untuk menghadiri Haul Beliau, Kali ini disamping Dzuriyah Pesantren Denanyar juga mengirimkan santri-santri yang notabenenya kelas 2, baik dari Madrasah Tsanawiyah, SMK, maupun Madrasah Aliyah.

Disamping itu, para dewan Guru yang sudah di tunjuk oleh Yayasan Mamba’ul Ma’arif ikut serta dalam rombongan menuju Haul KH. Syansuri di Tayu, Pati Jawa Tengah Minggu (16/10/2016) Kemarin.

Dalam perjalanan ke Jawa tengah, santri-santri juga melakukan tahlil di makam KH. Bisri Syansuri, rombongan diagendakan juga berziarah ke beberapa makam diantaranya, makam KH. Wahab Hasbulloh (Tambakberas Jombang), Sunan Bonang (Tuban), Syeh Maulana Ibrahim Asmoroqondi (Tuban), Sayyid Abdurrachman al-Basyaiban alias Mbah Sambu (Lasem), Kemudian dilanjutkan ke makam Syekh Ahmad Mutamakkin atau lebih dikenal dengan Mbah Mutamakin, Kajen Pati.

Dalam rombongan ziarah sekaligus menghadiri peringatan haul KH. Syansuri ini, terbagi menjadi dua gelombang perjalanan. Dimana rombongan 5 bis santri putri lebih dulu berangkat mengawali perjalanannya pada Sabtu pukul 14.20 WIB. Sedangkan rombongan 5 bis santri putra berangkat pada pukul 16,20 WIB. sehingga rombongan putra dan putri ini tidak berbarengan dalam ziarah, walaupun tujuanya sama-sama untuk ziarah wali dan menghadiri Acara Haul.

Sempat transit di Pondok Pesantren Maslakhul Huda Kajen, para santri melakukan ziarah ke makam Mbah Sahal. Sembari istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke acara Haul KH. Syansuri yang dilaksanakan di desa Tayu, Pati Jateng.

Mbah Sahal merupakan ulama kontemporer Indonesia yang disegani karena kehati-hatiannya dalam bersikap dan kedalaman ilmunya dalam memberikan fatwa terhadap masyarakat baik dalam ruang lingkup lokal (masyarakat dan pesantren yang dipimpinnya) dan ruang lingkup nasional.

Pada acara Haul KH. Syansuri, KH. Imam Haromain memberikan sambutan atas nama keluarga. menurut beliau keberadaan makam KH. Syansuri pertama kali ditemukan oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).  Berkat jasa Gus Dur lah, akhirnya makam KH. Syansuri diperingati Haulnya.

Hadir Juga Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si. ikut memberikan sambutan dalam acara tersebut. Beliau merupakan santri yang sangat kental dengan NU, dalam sambutannya menyampaikan beberapa pentingnya peringatan Haul. Diantaranya tabarukan kepada para Alim Ulama dan mengingat kembali perjuangan beliau-beliau dalam menegakkan agama Islam di Nusantara ini.

Pengajian yang di isi oleh KH. Mohammad Faris dari Cirebon memberikan makna yang dalam terhadap peringatan Haul KH. Syansuri ini. Bahwa perjuangan-perjuangan KH. Syansuri dalam menyebarluaskan agama Islam itu patut kita kenang, serta kita teruskan perjuangan beliau di era saat ini dan seterusnya.

Penggambaran sosok KH. Syansuri yang Kental dengan nuansa keislaman menjadikan tauladan kepada kita semua untuk terus berjuang ke dalam agama Islam. Karena dari sosok beliau lah lahir seorang Ulama besar, Ulama Ahli Fiqih Nan lentur dalam sikap, yang kita kenal “Tegas Berfiqih, Lentur Bersikap”, yaitu KH. Bisri Syansuri Pendiri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang.

Kedepan dari pihak Yayasan Mamba’ul Ma’arif akan mengagendakan terus untuk menghadiri acara Haul KH. Syansuri. Dengan adanya agenda ini harapan kedepan ada ikatan rohani yang lebih erat dari KH. Syansuri sampai ke dzuriyah dan santri-santri KH. Bisri Syansuri, Acara yang ditutup dengan Do’a Oleh KH. Abdussalam Shohib senantiasa memberikan pelajaran yang berharga bagi para pengunjung Haul tersebut, Khususnya bagi santri-santri Pesantren denanyar, agar lebih mengetahui tentang KH. Syansuri. (inf)

Baca Juga

Pondok Denanyar Juara LSN Regional Jatim II

Denanyar.or.id -Perhelatan Liga Santri Nasional Regional Jatim II telah usai. Setelah pagi tadi (24/08/17) melakoni ...

2 comments

  1. Kok nggak ditulis makam Mbah Sahal?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *