Minggu , 17 Desember 2017
Home > Berita Terkini > Ilmu Falak, Wajib di Madrasah Diniyah Mamba’ul Ma’arif

Ilmu Falak, Wajib di Madrasah Diniyah Mamba’ul Ma’arif

Denanyar.or.id -Selain fokus terhadap pengajaran kitab kuning Madrasah Diniyah Mamba’ul Ma’arif juga menekankan kepada para peserta didiknya, khususnya siswa-siswi kelas 4, 5 dan 6 agar mengikuti kegiatan ekstra yang bersifat wajib, yakni diklat atau pelatihan ilmu falak.

Kegiatan ini juga didukung oleh para siswa-siswi yang tergabung dalam organisasi Munadhomatut Thullab atau nama lain daripada organisasi siswa intra sekolah yang ada dalam naungan Madrasah Diniyah.

Sebagaimana maklum kita ketahui, bahwa ilmu falak masih memiliki kaitan yang erat dengan praktek ibadah yang dijalankan umat Islam saban hari. Pokok pembahasan yang dikaji dalam ilmu ini adalah mengenai penentuan waktu sholat, arah kiblat dan lain sebagainya. Tentu, dengan keberadaan ilmu falak yang sebagai penyempurna kewajiban, maka Madrasah Diniyah merasa perlu untuk mengagendakan diklat ilmu falak setiap tahunnya.

Selaku Kepala Madrasah, Bapak M. Mujayun mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi kegiatan diklat falakiyah ini. Harapan kami, yang pertama semoga kegiatan ini bisa terus menerus dilakukan, agar bisa memberikan tambahan ilmu bagi para siswa dan siswi madrasah diniyah, khususnya dibidang Ilmu Hisab dan Rukyah.”

Beliau juga berharap agar kegiatan ini menambah minat santri dalam mengkaji ilmu falak dan mendalaminya sehingga tercipta kader-kader falakiyah yang siap mengabdi kepada masyarakat.

Pelatihan falak dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 13.30, bertempat di Aula Madrasah Diniyah. Dan sudah dimulai sejak tanggal 27 Oktober 2017 minggu lalu. Selama kurang lebih dua bulan, para siswa siswi wajib mengikuti pelatihan secara bergantian. Untuk minggu pertama diikuti oleh siswa putra, sementara untuk minggu selanjutnya diikuti oleh siswi putri. Begitu seterusnya hingga materi habis. Ada dua narasumber yang sudah dan akan memberikan materi mengenai Ilmu Falak. Bapak M. Mujayun, S.Pd. dan Bapak Lutfi Fuadi, M.HI

Pada pertemuan awal, materi yang dipelajari ialah mengenai penentuan waktu sholat. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini kendati sebetulnya hari Jumat merupakan hari liburnya para santri. Akan tetapi, sebagai santri yang notabene selalu haus akan ilmu, para peserta merasa bahwa tidak ada rumus libur dalam menimba ilmu yang bernuansa keagamaan.

(Shofiyurokhim)

Baca Juga

Penghormatan Pemberangkatan Calon Haji Denanyar

Denanyar.or.id -Calon Jamaah Haji Kabupaten jombang akan berangkat besok (23/08/17) dari pendopo kabupaten Jombang. tiga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *