Minggu , 17 Desember 2017
Home > Berita Terkini > Napak Tilas IPNU/IPPNU Jombang

Napak Tilas IPNU/IPPNU Jombang

Denanyar.or.id -Dalam rangka Hari Santri, tanggal 22 Oktober, IPNU/IPPNU Jombang Jatim melaksanakan napak tilas para pendiri Jamiyah Nahdlatul Ulama, acara yang telah delah dibuka dan dilepas oleh wakil Bupati Jombang, Ny. Hj. Munjidah Wahab yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Rejoso Peterongan Jombang kemarin (14/10/16). Peserta Napak tilas ini terdiri dari 160 peserta dari IPNU/IPPNU Jombang. Setelah pemberangkatan napak tilas dari Pesantren Rejoso, para peserta napak tilas pendiri Nahdlatul Ulama langsung menuju ke Pesantren Tebuireng. sembari melakukan tahlil dan kirim do’a, para peserta napak tilas juga di ceritakan tentang sejarah para pendiri Nahdlatul Ulama di masing-masing pesantren.
Seperti yang diungkapkan mas haris, ketua rombongan napak tilas, setiba di Tebuireng mereka menginap di Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam. Paginya mereka bergegas untuk menuju Pesantren Denanyar, untuk napak tilas di pendiri Pesantren Mamba’ul Ma’arif. Setiba di Pesantren Denanyar pukul 11.00WIB (15/10/16) para peserta istirahat sejenak, dan dilanjutkan ke mahbarok, dimana KH. Bisri Syansuri dimakamkan.
Perlu diketahui, KH. Bisri Syansuri merupakan salah satu pendiri Jamiyah Nahdlatul Ulama, yang notabene-nya beliau adalah pecinta fiqih sepanjang hayat.
Setelah selesai napak tilas di Pesantren Denanyar, rombongan IPNU/IPPNU, langsung menuju ke pesantren Tambakberas Jombang, ke Makam KH. Wahab Hasbulloh. Peserta napak tilas ini melakukan, jalan kaki marathon. dari Pesantren Rejoso, Pesantren Tebuireng, Pesantren Denanyar, dan Pesantren Tambakberas. Dengan napaktilas ini, kedepan para pemuda pemudi IPNU/IPPNU semakin mengenal para Pendiri NU. (Inf)

Baca Juga

Pondok Denanyar Juara LSN Regional Jatim II

Denanyar.or.id -Perhelatan Liga Santri Nasional Regional Jatim II telah usai. Setelah pagi tadi (24/08/17) melakoni ...

2 comments

  1. Semangat perjuangan akan terus mengalir di setiap gerak dan langkah para penerus generasi NU.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *